Tuesday, May 26, 2009

“PROBLEM BASED INSTRUCTION” SEBAGAI ALTERNATIF MEREFORMASI KELAS

oleh: YUNI SUPRAPTI, SPd
Hasil sebuah proses pembelajaran di sekolah, dapat dicerminkan dalam dua dimensi, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantatif, hasil diwujudkan dalam bentuk angka melalui tes tulis, baik dari uji kompetensi tertulis maupun hasil penilaian performance test. Sedang secara kualitatif, hasil dicerminkan melalui segala bentuk perilaku maupun kebiasaan hidup yang berorientasi pada isi mata pelajaran. Upaya mencapai kualifikasi pembelajaran yang memenuhi dua dimensi tersebut, perlu dilakukan dengan mendesain strategi pembelajaran agar mampu menjadi proses yang tepat guna. Produk kompetensi yang dimiliki pendidik, juga harus lebih bermakna, baik bagi pelaku pembelajaran maupun penggunanya. Sehingga bisa merasakan arti kegiatan pendidikan yang semakin kentara sesuai tujuan yang dikehendaki.
Salah satu strategi inovatif yang bisa dterapkan adalah problem based instruction (pengajaran berdasarkan permasalahan). Strategi ini dapat diterapkan pada banyak mata pelajaran, melalui tahapan; (1) siswa menerima tujuan pembelajaran berupa permasalahan yang membutuhkan pemecahan, (2) siswa dibimbing menemukan/mencari berbagai alternatif pemecahan masalah tersebut hingga memperoleh konsep tertentu.
Konsep inilah yang dijadikan kerangka mengapresiasi permasalahan dalam kehidupan nyata. Dengan demikian pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berdaya guna tinggi bagi anak didik. Misalnya, saat siswa belajar konsep menghargai nilai juang dalam perumusan pancasila sebagai dasar negara, strategi pembelajaran yang tepat untuk digunakan adalah problem based instruction.
Pertama, siswa paham tujuan pembelajaran yakni untuk membuat mereka memiliki kompetensi menghargai nilai-nilai juang para tokoh perumus pancasila sebagai dasar negara,mengidentifikasi nilai-nilai kebersamaan mereka dan mengadopsi nilai-nilai juang mereka /para tokoh tersebut untuk diterapkan dalam pergaulan dengan teman di kelas/sekolah/dilingkungan sekitar rumahnya.
Kedua, siswa memperoleh logistik pembelajaran seperti materi sejarah perumusan pancasila, para tokoh yang berperan, jalannya kegiatan/peristiwa menyusun rumusan dasar negara. Siswa juga diberikan pertanyaan seperti, bagaimana proses? Bagaimana sikap tokoh terhadap pendapat tokoh yang lain? Bagaimana sikap mereka jika pendapatnya tidak digunakan sedang pendapat yang lain yang berlaku?
Ketiga, siswa dibimbing memecahkan permasalahan dengan analog konsep. Seperti apa yang dilakukan jika sekolah menjadi tuan rumah pertandingan bola voli. Seandainya tidak diikutkan dalam tim sekolah, apa tetap menyukseskannya dengan beberapa sikap dan tindakan nyata.
Keempat, pemecahan permasalahan yang mereka kemukan dengan bimbingan guru itu diarahkan untuk penguasaan kompetensi menghargai nilai-nilai juang dan kebersamaan dalam kehidupan bersama berkeluarga,bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
Kemahiran guru dalam mengelola pembelajaran yang demikian akan sangat kompleks menyentuh berbagai aspek kepribadian. Diantaranya jiwa dan semangat nasionalisme, kebersamaan ,dan ketrampilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Pengajaran yang menerapkan keempat langkah tersebut diatas merupakan pembelajaran nyata lebih bermakna.Pengajaran berdasar permasalahan akan membawa siswa memperoleh substansi ilmu sebenarnya.Pembelajar menemukan konsep sendiri dan lebih berarti karena langsung mengenai dirinya sendiri. Dituntut kerja lebih dari seorang guru untuk dapat memodifikasi segala strategi yang berorientasi pada pemaknaan materi sesuai kehidupan terkini. Problem based instruction dapat menjadi salah satu alternatif strategi memaknai setiap materi.Mengapa tidak dicoba ? Mari menciptakan iklim belajar yang lebih berarti dengan segala bentuk inovasi! Kurikulum sudah diperbaiki, kualifikasi pendidik makin tinggi. Ayo kelas kita reformasi, agar makin optimal keberhasilan tercapainya tujuan pendidikan nasional bangsa ini

sumber : http://www.koranpendidikan.com/artikel/2306/problem-based-instruction-sebagai-alternatif-mereformasi-kelas.html

0 comments:


Silakan Bekomentar.!!!


Semakin banyak berkomentar, semakin banyak backlink, semakin cinta Search Engine terhadap blog anda
:a:
:b:
:c:
:1: :2: :3: :4: :5: :6:
:7: :8: :9: :10: :11: :12:

Post a Comment