Monday, May 18, 2009

Sekolah Gratis (tis…tis)

BARANGKALI, istilah ‘sekolah gratis’ sudah terlanjur klise. Lebih celaka lagi, sudah terlanjur tidak dipercaya orang. Ini karena sudah terlalu sering orang disuguhi dengan ungkapan itu, tapi kenyataan sehari-hari yang terjadi masih jauh dari apa yang disebut sebagai ‘gratis.’
Apa yang dipahami orang tentang ‘gratis,’ tentunya adalah tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Namanya juga gratis, maka tak perlu lagi orang membayar. Tapi apa yang terjadi di dunia penyelenggaraan pendidikan kita, memang unik. Sejumlah daerah (pemerintah daerah) telah mencanangkan diberlakukannya sekolah gratis (biasanya untuk jenjang SD atau SD-SMP), tapi masyarakat masih saja dibebani oleh sejumlah pembiayaan untuk kepentingan pendidikan anak-anaknya.
‘’Ya terang aja, karena yang disebut gratis itu hanya SPP. Mana mungkin sekolah tidak menarik sama sekali pembiayaan pendidikan dari masyarakat? Bagaimana dengan operasionalisasi praktikum, study tour, ekstrakurikuler, dan lain-lain?’’ ujar seorang pejabat dinas pendidikan di Malang Raya.
Logika penyelenggara pendidikan dengan logika masyarakat memang seringkali berbeda. ‘’Kalau begitu persoalannya, jangan disebut sekolah gratis, tapi sebut saja SPP gratis,’’ kali ini ungkapan seorang wali murid satu SMA negeri di Kota Malang. Ibu yang tinggal di Jalan Kertoasri, Ketawanggede, Lowokwaru, Kota Malang ini tidak terima kalau ada pihak yang seenaknya saja menyatakan sekolah gratis, tapi nyatanya tidak gratis tis… tis.
Hari-hari belakangan ini, dengung ‘sekolah gratis’ itu makin gencar. Kali ini bahkan dari otoritas tertinggi penyelenggaraan pendidikan di negeri ini, yakni Departemen Pendidikan Nasional. Melalui iklan di media elektronik, Depdiknas gencar menyosialisasikan program sekolah gratis. ‘’Sekolah gratis ada di mana-mana,’’ begitu ungkapan artis yang membintangi iklan ini.
Bagaimana reaksi masyarakat? Tentu saja, ada yang positif, ada yang negatif, dan ada pula yang netral. Di KORAN PENDIDIKAN edisi 257 ini, --meski masih jauh dari potret yang benar-benar lengkap dan sebenarnya-- kami mencoba mengetengahkan berbagai reaksi dan persepsi masyarakat tentang iklan sekolah gratis. Adakah akan gratis tis-tis…?

sumber :

http://koranpendidikan.com/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=3269

0 comments:


Silakan Bekomentar.!!!


Semakin banyak berkomentar, semakin banyak backlink, semakin cinta Search Engine terhadap blog anda
:a:
:b:
:c:
:1: :2: :3: :4: :5: :6:
:7: :8: :9: :10: :11: :12:

Post a Comment